• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Senin, 18 September 2017

Bacaan dan Cara Mengerjakan Shalat

Bacaan dan Cara Mengerjakan Shalat


1. Berdiri Tegak Menghadap Kiblat Sambil Niat
Berdiri tegak menghadap kiblat
sambil berniat mengerjakan shalat,
sesuai dengan shalat yang hendak
dikerjakan dan dibaca dalam hati.
Misalnya shalat subuh yang lafadznya
berbunyi sebagai berikut:
2. Takbiratul Ihram
Kemudian bertakbiratul ikhram mengangkat
kedua tangan secar bersamaan setengah bahu
dengan jari terbuka dan ibu jari berdampingan
dengan telinga dihadapkan ke kiblat dengan
mengucapkan: ALLAAHU AKBAR
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah membaca takbir, meletakan telapak
tangan kanan di atas telapak tangan kiri
dan kedua tangan bersedekap di dada sebelah
bawah di atas pusat perut, dan membaca doa
iftitah yang berbunyi sebagai berikut:

Dilanjutkan dengan membaca Ta'awwudz
(Al Fatihah):
Shalat03C.jpg

Dan membaca salah satu surat Al Quran (Al Iklas):
Shalat03D.jpg

4. Ruku'
Selesai membaca surat, kedua tangan diangkat sambil
membaca "Allahuu Akbar" lalu Ruku' (punggung dan
kepala sama rata) dan kedua tangan memegang lutut
sambil membaca:

5. I'Tidal Bangkit dari Ruku
Bangkit dari ruku' dengan mengangkat kedua
tangan setinggi telinga, sambil membaca:
Setelah berdiri tegak tangan dilepas,
kemudian membaca:

6. Doa Qunut
Pada saat kita menjalankan sholat subuh,
pada rakaat kedua sesudah membaca iftidal
tegak dari ruku' sambil mengangkat kedua
tangan lalu membaca doa qunut yiatu:

7. Sujud Pertama
Dilanjutkan dengan sujud pertama sambil
membaca "Allahu Akbar" dan kedua telapak
tangan diletakan di bawah lalu membaca:

8. Duduk antara Dua Sujud
Setelah sujud dilanjutkan dengan membaca
"Allahuu Akbar" dan duduk antara dua
sujud membaca:

9. Sujud Kedua
Setelah duduk di antara dua sujud
membaca "Allahuu Akbar" lalu sujud
(kedua) dan membaca:

10. Duduk Tahiyat Awal
Pada duduk tahiyat awal ini
(rakaat kedua) kaki kir dimasukkan
ke bawah kaki kanan sambil membaca:

11. Duduk Tahiayat Akhir
Duduk pada tahiyat akhir ini sama
pada tahiyat awal sedangkan jari
telunjuk tetap diisyaratkan dan
terdapat tambahan shalawat Nabi
Muhammad yang lafadznya berbunyi
sebagai berikut:

12. Mengucap Salam
 
Sewaktu mengucapkan salam tubuh tetap dalam keadaan duduk tahiyat akhir lalu memalingkan muka ke arah kanan dan kiri sambil mengucapkan:

WIRID DAN DOA
Setelah melaksanakan ibadah sholat hendaknya membaca bacaan sunat, yaitu:
Astaghifirullaahal 'Azhim Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wasyukrika wahusni 'ibaaadatikaa ilaahii yaa Rabbii maulana: Subhaanallaah 33x Allamdulillaah 33x Allaahu Akbar 33x Allaahu Akbaru Kabiraa walhamdu lillahi katsira Wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa La ilaaha ilallaahu wahdahu laa syarika lah Lahul mulku wa lahul hamdu, Yuhyi wa  yumitu Wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir


Semoga bermanfaat...!!!!


Sumber: 

Rabu, 13 September 2017

Sukses Butuh Proses

SUKSES BUTUH PROSES



Tidak ada yang instan di dunia ini, begitu pula dengan yang namanya kesuksesan. Banyak orang telah salah beranggapan bahwa kesuksesan bisa diraih dalam waktu singkat tanpa membutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Yang namanya “mie instan” saja, disitu masih ada proses pengolahan jika kita ingin memakannya dengan cara yang benar. Logikanya, apapun yang tidak dilabeli dengan “instan”, pasti jauh lebih banyak membutuhkan proses.
Bagi saya kesabaran adalah esensi kesuksesan. Sukses membutuhkan kerja keras, fokus, ketekunan, dan persistensi dalam kurun waktu panjang. Karena itu sukses butuh ekstra kesabaran. Ungkapan ini bagi sebagian besar orang mungkin dianggap jadul, puritan, bahkan menjadi bahan tertawaan. Sama dengan ungkapan Jawa: “alon-alon waton klakon” yang dianggap usang dan mengalami pemiskinan makna.
Wajar, karena di tengah dunia yang serba cepat, semua-semua haruslah cepat, termasuk kesuksesan. “Sukses yang lambat mah nggak cool, kuno, jadul!!!” begitu kira-kira kata para young digital entrepreneurs yang selalu terobsesi menjadi overnight billionaire saat startup yang baru didirikannya mendapatkan suntikan dolar dari kapitalis global.
Slow Success - Turtle
Tak Ada yang Instan
Dulu seminar-seminar motivasi begitu happening di negeri ini. Judul-judul seminar seperti: “Cara Cepat Menjadi Kaya” atau “Menjadi Kaya Raya di Usia Muda” atau “Kaya Mendadak Lewat Properti” begitu laris-manis dipadati peserta. Begitu banyak orang di negeri ini melihat kesuksesan sebagai sesuatu yang instan dan gampang diwujudkan. Mereka terbuai oleh tips-tips indah para motivator/inspirator yang menunjukkan seolah-olah jalan menuju sukses itu lempeng, mudah, dan bisa diraih dengan cepat.

Di ruang seminar motivasi kita berteriak keras “saya bisa!!!”, namun seringkali kita menggampangkan kenyataan bahwa “bisa” itu membutuhkan kemampuan, perjuangan, ketekunan, disiplin, dan persistensi selama setahun, lima tahun, bahkan puluhan tahun. Kita maunya perjuangan dan kerja keras setahun, lima tahun, atau puluhan tahun itu “dimampatkan” menjadi hanya beberapa detik saat kita bersemangat meneriakkan “saya bisa!!!” di ruang seminar.
Itu sebabnya seminar motivasi kebanyakan tak mampu menjadikan orang lebih hebat dalam mencapai sukses. Semangat doang, kerja kagak. Dengan semangat membara seolah kerjaan lima atau sepuluh tahun bisa diselesaikan dalam sekejab. Sukses itu butuh perjuangan tak kenal lelah dalam waktu lama. Sukses butuh kesabaran melakukan hal-hal kecil dalam jumlah besar, dalam kurun waktu lama. Sukses butuh proses, bukan sesuatu yang instan. Sukses tak semudah dan secepat seperti diomongkan para motivator/inspirator.
Marathon, Not Sprint
By default sukses itu lambat dan perlu waktu. Gampang saja argumentasinya, karena sukses membutuhkan kemampuan, ekspertis, pengalaman, kearifan, kerja keras, fokus, disiplin, dan ketekunan, yang semua itu membutuhkan waktu untuk memupuknya (Ingat, kita tidak sedang ngomongin sukses karena menang lotere atau dapat warisan lho!!!). Semakin panjang waktu untuk memupuk kemampuan dan pengalaman, maka semakin matang pula kemampuan dan pengalaman itu, sehingga semakin kokoh pula pondasi kesuksesan yang akan kita tuai.

Karena itu saya berani mengatakan bahwa success is more about a marahon game than a sprint game. Sosok sukses lebih menyerupai pelari maraton ketimbang pelari cepat. Sukses adalah proses panjang untuk menggali kemampuan, menimbun pengalaman, dan mengendapkan kearifan. Sukses adalah buah kerja keras, ketekunan, persistensi, dan tahan banting dalam jangka panjang. Karena semua itu membutuhkan waktu lama maka kuncinya adalah kesabaran. Semua itu membutuhkan proses tahap demi tahap, lapis demi lapis, sampai pada akhirnya tujuan yang kita harapkan bisa terwujud.
Marathon game berarti bekerja secara fokus, disiplin tahap demi tahap, tekun, telaten, konsisten, persisten dalam kurun waktu lama. Sementara sprint game adalah kerja yang all out, semua sumberdaya dikerahkan, kalau perlu dipaksakan, kalau bisa di-shortcut, dan semua dilakukan dengan serba cepat dan instan. Saya kok lebih pas dengan model kesuksesan yang pertama ketimbang yang kedua. Seperti halnya di dunia kuliner, slow food pasti akan lebih enak dari fast food. Maka dalam hal kesukesan, slow-cooked success pasti lebih kokoh pondasinya ketimbang fast-cooked success.
Apakah dengan demikian kita tidak boleh sukses secara cepat? Bukan begitu juga. Poin saya, bahkan ketika kita mencapai sukses dalam waktu supercepat, maka itu belumlah sukses yang final. Masih banyak ujian yang harus kita lewati untuk mencapai kesuksesan yang sesungguhnya. Jadi jangan sampai sukses yang cepat membuat kita berpuas diri, malas, gampang menyerah, bahkan takabur sehingga kita tidak bisa mewujudkan sukses-sukses berikutnya.
Ambil contoh Steve Jobs. Steve mencapai kesuksesan dalam semalam di usia 22 tahun saat meluncurkan Apple II. Tapi itu bukanlah sukses Steve yang sesungguhnya, karena kemudian ia tergelincir dan jatuh berkeping-keping saat didepak dari Apple. Sukses sesungguhnya adalah saat ia mengembalikan Apple dari ambang kehancuran menjadi perusahaan paling bernilai di dunia hingga saat ini.
Pengalaman, kearifan, kerja keras, ketekunan, persistensi, dan (jangan lupa) kesabaran, menempa Steve menjadi seorang yang matang untuk mencapai sukses yang sesungguhnya. Ia meraih kesuksesan yang sesungguhnya di usia kepala empat, sebuah kurun waktu yang panjang.
Kegagalan dalam sesuatu hal terkadang membuat kita terpuruk dan berhenti. Padahal, sebagian besar orang sukses lahir dari banyak kegagalan. Kesalahan dan kegagalan itulah yang menjadi sebuah pelajaran berharga. Sukses itu melalui beberapa proses. Bila ingin yang instan, sukses yang didapat juga akan instan pula.

Cobalah Lagi

Jangan berhenti bila anda mengalami banyak kegagalan. Siapa tau dari sekian kegagalan, kita akan menemukan keberhasilan yang besar. Cobalah lagi dan lagi. Dengan sering mencoba, kita pun akan lebih terampil. Selain itu, kita juga menjadi tau dimana letak kesalahan kita.
Sebagian besar orang, terlalu mudah menyerah. Padahal, dengan menyerah kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Ingatlah usaha yang telah kita lakukan. Anda pasti menginginkan usaha itu tidak sia-sia kan. Oleh karena itu, ulangi lagi, belajar lagi dan perbaiki kesalahan yang ada.
Menurut cerita beberapa orang, untuk menjadi orang sukses, mereka mengalami banyak peristiwa penolakan. Sebagai contoh, kisah JK Rowling yang banyak mendapatkan penolakan dari beberapa penerbit. Namun, setelah dia mencoba lagi, dia malah menjadi penulis yang kaya.

Lakukan yang Terbaik

Cara sukses selanjutnya yaitu lakukanlah yang terbaik. Bila anda belum mencapai kesuksesan, jangan menganggap diri anda telah gagal. Anggaplah diri anda belum melakukan yang terbaik. Carilah kemungkinan-kemungkinan yang membuat anda belum berhasil.
Kesuksesan datang karena kita telah melakukan hal yang besar di luar ekspektasi orang. Untuk sukses, kita perlu meyakinkan banyak orang. Oleh karena itu, jauhilah sikap individualis. Kita butuh orang lain untuk mengingatkan kita mana yang baik dan mana yang buruk. Ini karena mereka merupakan representasi dari simbol kesuksesan.
Tetaplah mencoba dan melakukan yang terbaik adalah dua hal yang perlu kita ingat untuk menjadi sukses. Percayalah kalau anda akan sukses. Tanamkan kepercayaan itu setiap hari, dengan itu anda memiliki energi positif.
Orang sukses pasti mengalami banyak rintangan. Janganlah takut untuk memulai dan janganlah takut untuk melanjutkan. Ini karena di dalam hidup kita perlu bersikap konsisten. Orang yang konsisten akan terus mencoba dan berusaha. Mereka tidak cepat merasa puas dan akan terus ingin berusaha lebih keras. Jadi, mari kita jangan mudah menyerah dan tetap berusaha untuk meraih kesuksesan. Sukses itu butuh proses dan pengorbanan.

Sumber:

Doa, Tata Cara, Waktu, Niat dan Keutamaan Sholat Dhuha

Doa, Tata Cara, Waktu , Niat Dan Keutamaan Sholat Dhuha

sholat

Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang istimewa. Sholat dhuha mendapatkan memiliki banyak sekali manfaat baik dari segi kesehatan, rohani, dll

Waktu sholat dhuha

Waktu sholat dhuha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat, tapi yang lebih utama adalah seperempat siang. Di Arab, waktu itu ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak. Sebagaimana sabda Rasulullah:
أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ
Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)
 Waktu yang Sangat Penting
“Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang yang menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit serta membinanya, demi bumi serta penghamparannya, demi jiwa serta penyempurnaannya, maka Dia mengilhamkan kepadanya kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya”(QS. As-Syams:1-10).
Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al-Qur'an. Kita dapat menemukan istilah dhuha kurang lebih pada tujuh tempat. Di satu tempat (QS Thaha [20]:59; AI-'Araf [7]:98; An-Nazi'at [79]:46), kata dhuha diartikan sebagai "pagi hari" atau sebagai "panas sinar matahari" di tempat lainnya (QS Thaha [20:119]). Istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan "sinar matahari di pagi hari" (QS As-Syams [91]:1).
Pada tempat lain (QS An-Nazi'at [79]:29), kata dhuha diartikan sebagai Siang yang terang. Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu waktu dzuhur.
Pada pembukaan surah AdDhuha, Allah berfirman, ”Demi waktu dhuha.” Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu dhuha adalah waktu yang sangat penting.

Tata cara sholat dhuha

Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam – dua rakaat salam. Adapun jumlah rakaatnya, minimal dua rakaat. Rasulullah kadang mengerjakan sholat dhuha empat rakaat, kadang delapan rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.
عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ
Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih).

Bacaan niat sholat dhuha

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala. 

Surat pendek yang dibaca

Surat pendek yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua (pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli). Para ulama sepakat menganjurkan untuk mengumpulkan dua pendapat tersebut dengan membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama.  Selanjutnya pada 2 rakaat selanjutnya, membaca ad Dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakaat selanjutnya, membaca surat al Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua.
 
Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:
  1. Niat
  2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam

Syarat sah sholat dhuha

Syarat sah sholat dhuha sama seperti sholat pada umumnya. Sebelum sholat disyaratkan suci dari hadats kecil dan hadats besar; suci badan, pakaian dan tempat dari najis; menutup aurat; tahu masuknya waktu sholat tersebut; dan menghadap kiblat.
 Doa sholat dhuha
Doa Sholat Dhuha – Sahabat, Kali ini kita akan membahas tentang Doa Sholat Dhuha. Tidak hanya tentang doa sholat dhuha saja, saya juga di sini akan membahas tuntas segala sesuatu yang berkaitan dengan sholat dhuha, sholat sunnah, shalat dhuha, cara sholat dhuha, manfaat sholat dhuha, waktu sholat dhuha, niat shalat, dan sebagainya
Sebelum itu kamu sudah tahu belum manfaat dan keutamaan sholat dhuha ? kalau belum baca artikel ini ya sampai selesai, biar kita menjadi lebih semangat lagi dalam melaksanakannya.
Sholat dhuha merupakan sunah yang disyariatkan oleh Rasulullah Saw. Selain nantinya saya akan menunjukkan doa Sholat Dhuha secara lengkap, saya di sini juga akan menjelaskan secara tuntas segala hal yang berkaitan tentang sholat dhuha.
Berikut ini merupakan bacaan doa sholat dhuha dalam bahasa arab
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Doa Sholat Dhuha Terjemahan
 “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

Doa setelah sholat dhuha

Setelah melakukan sholat dhuha, maka kita disunnahkan berdoa, berikut doa setelah sholat  dhuha
اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN. 

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.” 

Keutamaan Sholat Dhuha

Shalat Dhuha itu memiliki keutamaan dan faedah yang sangat agung
  1. Orang yang mengerjakan shalat Dhuha selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan dari Allah  sepanjang hari
  2.  Dosa-dosanya dihapuskan
  3. Terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk
  4.  Dimasukkan ke dalam golongan muhsinîn (orang-orang berbuat ihsan), ahli ibadah dan menjadi golongan yang beruntung; dibangunkan rumah di dalam surge
  5. Memperoleh pahala seperti pahala menunaikan haji dan umrah; serta sepadan dengan sedekah 360 kali. Pahadal sedekah ini menjadi kewajiban setiap ruas tubuh manusia setiap harinya.

Fadhilah Sholat Dhuha

Hadist berbicara mengenai keutamaan shalat Dhuha, di antaranya adalah sebagai berikut:

أَبِيْ ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى .
“Diriwayatkan dari Abu Dzar a dari Nabi n bahwa Beliau bersabda, ‘Setiap ruas tubuh masing-masing dari kalian setiap harinya memiliki kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih (memahasucikan Allah) adalah sedekah; setiap tahmid (memuji Allah) adalah sedekah; setiap tahlil (membaca lâ ilaha illallâh) adalah sedekah; setiap takbir (memahabesarkan Allah) adalah sedekah; memerintahkan kemakrufan adalah sedekah dan mencegah kemunkaran adalah sedekah. Namun itu semua dapat diganti dengan dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang dari waktu dhuha (mengerjakan shalat Dhuha)’.” (HR. Muslim)

بُرَيْدَةَ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : فِي الْإِنْسَانِ سِتُّوْنَ وَثَلَاثُ مِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً . قَالُوْا : فَمَنْ الَّذِيْ يُطِيْقُ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ : النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوْ الشَّيْءُ تُنَحِّيْهِ عَنِ الطَّرِيْقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ .
“Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوْتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ .
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)

أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى حَتَّى نَقُوْلَ لَا يَدَعُهَا وَيَدَعُهَا حَتَّى نَقُوْلَ لَا يُصَلِّيْهَا
“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id Al-Khudri bahwa ia berkata, ‘Adalah Rasulullah n mengerjakan shalat Dhuha sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah meninggalkannya. Namun ternyata Beliau pun pernah meninggalkannya sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah mengerjakannya’.” (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan olehnya)

نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا ابْنَ آدَمَ لَا تُعْجِزْنِيْ مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِيْ أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ .
“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)

Yang dimaksud dengan ‘mencukupkan’ adalah melindunginya dari segala bencana dan kejadian yang merugikan. Bisa juga yang dimaksud adalah menjaganya dari dosa-dosa dan memberikan maaf kepadanya manakala ia sudah telanjur melakukan dosa, atau dengan pengertian yang lebih luas lagi.
Ini adalah penjelasan dari Imam Suyuthi dan Imam Syaukani.
Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah f akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”

  • أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Barangsiapa memelihara pelaksanaan shalat Dhuha yang genap jumlah rakaatnya, maka diampunilah dosa-dosanya, sekalipun banyaknya laksana buih lautan’.” (HR. Tirmidzi)

  • عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِيْ أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ .

“Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Sesungguhnya Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), cukupkan untuk-Ku di awal waktu siang (dhuha) dengan mengerjakan shalat empat rakaat, niscaya Aku cukupkan untukmu dengannya pada akhir harimu’.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya‘la)

Wasiat Khusus dari Rasulullah
“Shalat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi ` kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)
Jelas dari hadits tersebut, bahwasanya Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan shalat Dhuha!
Shalat Dhuha Bernilai Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
 “Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”
 Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: “Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala,” (HR Muslim).
4. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!”
Rasul SAW berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya,” (Shahih al-Targhib: 666)
5. Dibangunkan Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga,” (Shahih al-Jami`: 634)
Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”
Nabi Muhammad saw bersabda,”Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab al dhuha (pintu dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada  yang memanggil,’dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat dhuha?’inilah pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang (rahmat) Allah”.
6. Shalat Dhuha di Awal Pagi, Ganjaran Langsung di Sore Hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW berkata: Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)
7. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).
8. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan,” (HR Tirmidzi). 
Doa Keutamaan Sholat Dhuha
Yang pertama adalah manfaat kesehatan, shalat Dhuha sangat tidak hanya bermanfaat hanya untuk spiritual tetapi juga untuk kesehatan. Mengapa itu terjadi? Hal ini karena dalam shalat Dhuha ada beberapa gerakan yang harus dilakukan, sehingga shalat Dhuha juga dapat digunakan sebagai salah satu kegiatan sepanjang tahun.

1. Olahraga tanpa disadari
Penjelasan itu sendiri berdoa Dhuha dilakukan saat masih pagi sekitar 08:00 untuk sholat dhuhur , dan jam - jam adalah waktu yang sangat baik untuk berolahraga, sehingga berdoa Dhuha sebesar latihan karena nantinya dapat digunakan untuk menjaga tulang dan otot karena kesehatan masing-masing bergerak bersama, mulai dari tangan, siku di lutut dan kakinya. Gerakan shalat manfaat benar-benar dapat memberikan efek latihan tanpa menyadarinya.

2. aliran darah
Shalat Dhuha, tetapi juga membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh manusia karena semua gerakan shalat Dhuha sangat lengkap. Mengangkat berbagai kedua tangan, membungkuk ketika gerakan busur, kemudian juga gerakan penyisihan di mana kepala lebih kecil dari tubuh dan darah juga mengalir ke kepala dan kemudian, ketika aliran darah dinormalkan lagi duduk.

3. Menormalkan Hormon Produksi
Hal ini juga sangat berguna untuk menormalkan produksi hormon dalam tubuh. Jadi shalat Dhuha adalah benar-benar cara yang sangat berguna dan efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, baik untuk bagian tubuh, organ sampai beberapa cairan dan juga hormon dalam tubuh.

4. Penciptaan lebih tenang hidup
Selain bermanfaat untuk menjaga kesehatan, karena beberapa gerakan yang sangat mempengaruhi kondisi tubuh, shalat Dhuha juga sangat berguna untuk menjaga semangat, yang kemudian akan menjadi lebih tenang hidup, terutama jika tawaran itu terbuka dan mudah dalam mendapatkan dukungan.

5. Hilangkan Stres
Juga shalat Dhuha atau shalat lainnya akan membantu umat Islam untuk bisa mendapatkan ketenangan pikiran untuk menghindari stres. Stres itu sendiri adalah sesuatu yang sangat mengganggu dan dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit. Wudhu awal benar-benar mampu membuat pikiran dan pikiran menjadi tenang, tetapi ketika dikombinasikan dengan shalat Dhuha secara alami akan jauh lebih tenang. Jadi, menurut kebanyakan orang, berdoa Duha Anda akan mendapatkan ketenangan dan rezeki tanpa masalah, sehingga beberapa Muslim melakukan / menjalankan sholat dhuha setiap hari.
6. Wajah Bersih
Selain beberapa manfaat di atas, shalat Dhuha juga sangat bermanfaat untuk kecantikan yang saat ini wajah berwudhu akan dicuci dengan air murni sehingga kulit akan selalu tetap bersih. Kemudian melakukan wudhu dan juga waktu untuk mencuci wajah Anda dengan kursus yang tepat akan membentang kulit sehingga tidak mudah rusak dan memberikan manfaat begitu muda.

7. Wajah Berseri
Juga, menjalankan shalat dhuha dan doa 5 kali tentu keindahan alam akan bersinar dengan sendirinya sehingga setelah wudhu dan doa biasanya wajah seseorang akan terlihat lebih bercahaya. Terseut dan juga memiliki banyak untuk membuktikan.
Manfaat shalat Dhuha untuk sukses
Selain berusaha, berdoa juga merupakan cara untuk mendapatkan kesuksesan bagi semua orang, bagi umat Islam untuk berdoa sendiri adalah dengan menjalankan shalat, termasuk shalat Dhuha.

8. Buka Pintau Rezeki
Pada dasarnya shalat Dhuha sangat bermanfaat untuk membuka pintu untuk dukungan mereka, dan tidak hanya itu, juga akan membantu dalam mencapai kesuksesan. Tetapi keberhasilan tidak dapat dicapai hanya melalui doa, tanpa usaha, oleh karena itu, untuk menjadi lebih seimbang dan juga berkat, segala sesuatu harus dilakukan adalah untuk mencoba dan ditopang oleh doa, satu menjalankan shalat dhuha. Jadi itu bagian dari apa yang perlu diketahui semua umat Islam tentang manfaat shalat Dhuha.
Semoga bermanfaat untuk Anda yang membacanya. Semoga dapat mejadikan lebih rajin lagi dalam menjalankan Sholat Dhuha.

Sumber :